Sindikat Curanmor Lintas Daerah Dibekuk, Polres Cianjur Sita 23 Sepeda Motor

Cianjur, Mediasuratkabarumum.com –Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Pacet bersama Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cianjur berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) spesialis kendaraan bermotor. 

Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolsek Pacet, Senin 29 Juni 2026, Polres Cianjur memamerkan barang bukti sebanyak 23 unit sepeda motor berbagai merek hasil kejahatan.

Kapolres Cianjur, AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi, S.I.K., M.H., yang didampingi Kapolsek Pacet, Kasatreskrim, dan Kanitreskrim Polsek Pacet, menjelaskan bahwa pengungkapan ini bermula dari dua laporan polisi yang masuk pada awal Juni 2026.

"Alhamdulillah, berkat kerja keras tim, kami berhasil mengamankan 23 motor hasil curian. Ini adalah jumlah yang tidak sedikit dan kami yakin pengembangan akan terus berlanjut," ujar AKBP Alexander di hadapan awak media.

Dua laporan kehilangan menjadi dasar pengungkapan kasus ini, yaitu laporan dari korban Gigih Surya Herdani (kejadian 3 Juni 2026 di Desa Ciherang) dan Suluh Normasiwi (kejadian 28 Mei 2026 di Desa Palasari). Kedua korban kehilangan motor yang diparkir di dekat rumah dalam keadaan terkunci stang.
Berdasarkan hasil penyelidikan, tim berhasil mengamankan tersangka pertama berinisial S alias DB (29) di kediamannya di wilayah Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Minggu (7/6/2026) pukul 01.00 WIB dini hari. Dari keterangan DB, polisi mengembangkan kasus dan menangkap tersangka kedua berinisial AB (35) di wilayah Sukaresmi, Cianjur, pada hari yang sama pukul 04.00 WIB.

Modus operandi para pelaku cukup rapi. Tersangka DB berperan sebagai eksekutor yang merusak kunci kontak menggunakan kunci leter T. Sementara itu, tersangka AB bertugas mengawasi situasi sekitar lokasi kejadian agar aksinya tidak diketahui warga.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa kunci leter T, mata kunci astag, pembuka magnet, STNK korban, dan 23 unit sepeda motor curian.

"Menariknya, mayoritas barang bukti motor ini kami temukan justru di luar wilayah Cianjur, paling banyak di Purwakarta. Motor-motor ini dipasarkan dengan cara putus sel, bertemu langsung dengan harga jauh di bawah pasaran, atau ditawarkan melalui media sosial dengan modus transfer uang terlebih dahulu," jelas Kapolres.

Kapolres Alexander menegaskan bahwa pihaknya masih memburu satu pelaku lain yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), yakni inisial HS yang beralamat di Cikalongkulon. HS diduga berperan sebagai penadah atau pemasar hasil curian.

"Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar HS segera tertangkap. Jangan ragu untuk melapor jika menjadi korban atau melihat hal mencurigakan," tegasnya.

Atas perbuatannya, tersangka DB dan AB dijerat dengan Pasal 477 Ayat (1) huruf F dan G Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP baru. Mereka terancam hukuman penjara maksimal 7 tahun serta denda maksimal Rp500 juta.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan motor untuk datang ke Polsek Pacet dengan membawa dokumen kepemilikan.

"Silakan identifikasi nomor rangka dan nomor mesin yang sesuai. Kami akan serahkan kembali kepada pemilik yang sah," pungkasnya.

Bupati Bandung Barat Keluarkan Surat Undangan Pembersihan Eceng Gondok di Cililin


Mediasuratkabarumum.com || Bandung Barat – Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengeluarkan surat undangan resmi terkait pelaksanaan kegiatan pembersihan eceng gondok di kawasan Jembatan Ciminyak, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat.
Surat bernomor B/2158/600.4.1/Bag.Um tertanggal 26 Juni 2026 tersebut ditujukan kepada berbagai unsur pemerintahan, Forkopimda, instansi vertikal, perangkat daerah, unsur kewilayahan, serta sejumlah stakeholder untuk mengikuti kegiatan yang akan dilaksanakan pada Senin, 29 Juni 2026. 

Dalam surat tersebut, Bupati Bandung Barat mengajak seluruh pihak untuk berpartisipasi dalam upaya pembersihan eceng gondok yang selama ini dinilai mengganggu aliran perairan dan lingkungan di kawasan Jembatan Ciminyak. Kegiatan akan dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai dengan titik pelaksanaan di Kecamatan Cililin. 

Peserta yang diundang berasal dari berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Forkopimda, perangkat daerah, kecamatan dan desa, hingga stakeholder seperti Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, Satgas Citarum, Indonesia Power UBP Saguling, Bening Saguling Foundation, dan PT Ultrajaya. 

Berdasarkan rangkaian kegiatan yang telah disusun, acara diawali dengan apel pembukaan yang dipimpin Bupati atau Wakil Bupati Bandung Barat, dilanjutkan dengan kegiatan pembersihan, pemusnahan, pengangkatan, hingga pengangkutan eceng gondok ke tempat pembuangan sementara. 

Langkah ini menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat serta pemangku kepentingan dalam penanganan persoalan eceng gondok di wilayah perairan Kabupaten Bandung Barat. ***Red

Diduga Awak Media Diintimidasi Saat Meliput Galian C, Nama Oknum Anggota PWI Cianjur Disebut dalam Insiden

Cianjur, mediasuratkabarumum.com – Aktivitas galian C yang diduga belum mengantongi perizinan lengkap di wilayah Jalan Kahuripan, Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, kembali menjadi sorotan. Selain dugaan pelanggaran perizinan dan dampak lingkungan yang ditimbulkan, muncul pula tudingan adanya tindakan intimidasi terhadap sejumlah awak media yang hendak melakukan konfirmasi di lokasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa jurnalis media online mendatangi lokasi galian C untuk meminta klarifikasi terkait legalitas operasional tambang yang disebut-sebut telah menimbulkan kerusakan lingkungan di sekitar kawasan tersebut. Namun, upaya konfirmasi tersebut diduga mendapat hambatan dari sejumlah pihak yang berada di lokasi.jum'at ,19 Juni 2026

Menurut keterangan yang diperoleh dari sejumlah awak media yang hadir, mereka mengaku dihalang-halangi saat menjalankan tugas jurnalistik. Bahkan, situasi disebut sempat memanas hingga terjadi dugaan tindakan intimidasi dan kekerasan terhadap beberapa pewarta.

Salah seorang pewarta berinisial AM mengaku menjadi korban penyiraman kopi panas oleh salah satu pihak yang berada di lokasi. Sementara pewarta lainnya berinisial AG mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan berupa ludah yang diarahkan kepadanya. Selain itu, terdapat dugaan tindakan fisik lainnya seperti dorongan, sundulan, hingga penarikan pakaian terhadap awak media yang sedang melakukan peliputan.

Dalam peristiwa tersebut, sejumlah pihak yang mengaku sebagai anggota organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Cianjur disebut berada di lokasi. Salah satu nama yang disebut oleh saksi di lapangan adalah Tomi. Para awak media juga menyebut sempat terjadi komunikasi melalui video call dengan seseorang yang disebut sebagai Ketua PWI Cianjur berinisial I.

Tak lama setelah komunikasi tersebut berlangsung, suasana di lokasi dikabarkan semakin memanas. Sejumlah awak media mengaku mendapatkan perlakuan bernada kasar dan intimidatif yang dinilai menghambat tugas jurnalistik yang dijamin oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Di sisi lain, saat dimintai keterangan mengenai legalitas tambang, pemilik lokasi yang disebut merupakan dua orang bersaudara, yakni seorang mantan anggota dewan berinisial H dan seorang mantan kepala desa berinisial D, mengakui bahwa aktivitas galian tersebut baru mengantongi izin lingkungan. Sementara perizinan lainnya, menurut pengakuan mereka, masih dalam proses pengurusan dan belum selesai.

Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan terkait legalitas operasional tambang yang saat ini berjalan. Pasalnya, kegiatan pertambangan pada umumnya wajib memenuhi berbagai persyaratan perizinan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebelum melakukan aktivitas produksi.

Selain dugaan intimidasi terhadap jurnalis, sejumlah saksi juga mengaku mencium aroma minuman beralkohol dari beberapa orang yang berada di lokasi, termasuk dari mantan kepala desa berinisial D. Namun demikian, informasi tersebut masih berupa pengakuan saksi dan perlu dilakukan verifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Peristiwa ini menuai keprihatinan di kalangan insan pers. Apabila benar terdapat tindakan kekerasan, intimidasi, maupun upaya menghalangi kerja jurnalistik, maka hal tersebut dinilai bertentangan dengan semangat kebebasan pers yang dilindungi undang-undang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan, termasuk oknum yang mengaku anggota PWI Kabupaten Cianjur dan pengelola tambang, masih diberikan ruang hak jawab dan hak klarifikasi guna menjaga prinsip keberimbangan informasi sesuai Kode Etik Jurnalistik.

Kasus ini diharapkan mendapat perhatian dari aparat penegak hukum, instansi terkait, serta organisasi profesi wartawan untuk mengusut kebenaran dugaan intimidasi terhadap awak media maupun legalitas aktivitas galian C yang menjadi objek pemberitaan tersebut. ***Red

Kapolres Cianjur Wujudkan Impian Bobotoh Bertemu Pemain Persib


Cianjur, Mediasuratkabarumum.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Cianjur menggelar kegiatan Polres Fun Football yang berlangsung meriah di Kobe Mini Soccer, Cikaret, Minggu (20/6/2026). Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias masyarakat dan menjadi momentum istimewa karena berhasil mewujudkan keinginan warga Cianjur untuk bertatap muka langsung dengan para pemain idola Persib Bandung.

Kapolres Cianjur AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan bahwa peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui kegiatan olahraga dan hiburan yang positif.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dan sekaligus menjadi bentuk perhatian kami kepada masyarakat Cianjur yang selama ini ingin bertemu langsung dengan para pemain Persib Bandung. Alhamdulillah hari ini masyarakat bisa hadir, berinteraksi, dan berfoto bersama para pemain," ujar Kapolres.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pemain Persib Bandung turut hadir dan menyapa masyarakat, di antaranya Adam Alis, Kakang Rudianto, Robi Darwis, Ryan Kurnia, serta legenda Persib asal Cianjur, Atep. Kehadiran mereka disambut antusias ribuan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Salah satu pemain yang hadir, Adam Alis, turut memberikan dukungan terhadap persiapan tim dalam menghadapi kompetisi Asia musim mendatang. Menurutnya, sosok yang nantinya menggantikan figur penting di dalam tim harus memiliki jiwa kepemimpinan, ketegasan, dan mampu menjaga kekompakan skuad.

"Di mana pun beliau berada, kita doakan sukses. Yang menggantikan posisi tersebut harus memiliki jiwa kepemimpinan, ketegasan, dan mental seorang pemimpin," ujar Adam Alis.

Ia menilai seorang pemimpin di dalam tim tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga harus mampu menciptakan suasana yang nyaman sehingga para pemain dapat tampil lebih rileks dan maksimal di lapangan.

Selain itu, Adam Alis berharap manajemen dapat memperkuat skuad dengan mendatangkan pemain-pemain berkualitas yang memiliki pengalaman di level tinggi.

"Harapannya ada pemain yang kompetitif, bahkan kalau bisa pemain yang pernah bermain di liga-liga Eropa atau pemain kelas dunia," katanya.

Menurutnya, tantangan yang akan dihadapi Persib pada kompetisi Asia akan jauh lebih berat dibandingkan kompetisi domestik sehingga persiapan matang menjadi faktor yang sangat penting.

"Kita akan menghadapi kompetisi Asia yang levelnya lebih tinggi. Kalau selama ini kita sudah menjadi naga di liga, sekarang saatnya menjadi naga di Asia," ungkapnya.

Terkait persiapan tim, Adam Alis menyebut para pemain saat ini masih menjalani masa libur setelah kompetisi berakhir. Program latihan dan persiapan menghadapi musim baru dijadwalkan dimulai setelah 7 Juli mendatang.

Suasana penuh keakraban terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berfoto, meminta tanda tangan, dan berinteraksi langsung dengan para pemain yang selama ini hanya mereka saksikan di lapangan maupun melalui layar televisi.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 melalui kegiatan Polres Fun Football menjadi bukti bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga sebagai mitra yang dekat dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan positif yang memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan sinergitas antara kepolisian, insan olahraga, serta masyarakat. ***Yudi

KBB 19 Tahun, Dadan Supardan Tegaskan Satu Tekad Membangun Bandung Barat Maju

Bandung Barat, Mediasuratkabarumum.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Dadan Supardan, menegaskan bahwa Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat (KBB) ke-19 harus menjadi momentum perubahan arah pembangunan daerah menuju laboratorium pertanian modern dan ruang hidup bagi generasi muda.

Hal tersebut disampaikannya dalam refleksi usia ke-19 Kabupaten Bandung Barat yang menurutnya memiliki makna filosofis sebagai fase kedewasaan daerah.
“Usia 19 tahun merupakan umur baligh. Artinya Bandung Barat sudah dewasa dan saatnya menentukan sendiri masa depannya,” ujar Dadan.

Menurutnya, KBB tidak cukup hanya mengandalkan sektor pariwisata maupun industri, melainkan harus mampu menjadi pusat pertanian modern yang didukung teknologi dan sumber daya manusia muda.

Ia menjelaskan konsep laboratorium pertanian modern tersebut dapat diwujudkan melalui tiga program konkret, yakni pembentukan Akademi Petani Muda di Lembang yang berfokus pada hidroponik dan agroteknologi, pengembangan platform digital bagi petani di Padalarang agar dapat menjual hasil panen secara langsung tanpa tengkulak, serta riset bersama perguruan tinggi terkait kondisi tanah di wilayah Bandung Barat bagian selatan.

“Kita ingin anak-anak muda Bandung Barat bisa hidup, bekerja, dan berkarya di daerahnya sendiri tanpa harus pergi ke luar daerah,” katanya.

Selain itu, Dadan memaknai angka 19 sebagai simbol “1 tekad dan 9 penjuru”, yang berarti satu tekad mewujudkan Bandung Barat maju dan pemerataan pembangunan ke seluruh wilayah.

Ia menegaskan tidak boleh lagi ada kesenjangan pembangunan antara wilayah utara dan selatan Kabupaten Bandung Barat.

“Dari Lembang sampai Rongga, dari Batujajar sampai Cipeundeuy, seluruh masyarakat harus merasakan kemajuan yang sama,” tegasnya.

Dadan juga menyampaikan bahwa pada usia 19 tahun, Kabupaten Bandung Barat harus berani mengambil langkah besar dan tidak hanya menjadi daerah yang mengikuti perkembangan wilayah lain.

“Mulai hari ini Bandung Barat berhenti menjadi ‘anaknya Bandung’. Bismillah, kita siap menjadi bapaknya masa depan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa ungkapan tersebut bukan berarti Bandung Barat ingin melepaskan diri dari Jawa Barat, melainkan menunjukkan kesiapan daerah untuk menjadi pelopor dan penanggung jawab dalam pembangunan, khususnya di sektor pertanian modern.

Menutup pernyataannya, Dadan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun masa depan Kabupaten Bandung Barat sesuai cita-cita pemekaran yang telah diperjuangkan 19 tahun lalu.

“Sudah saatnya Bandung Barat bertransformasi dari sekadar wilayah administratif menjadi ruang hidup yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya. ***Red

Polsek Sukanagara Dukung Ketahanan Pangan, Panen Jagung Hibrida 2 Ton di Sukarame

Cianjur, mediasuratkabarumum.com – Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polri melalui pendampingan kepada kelompok tani. Salah satunya dilakukan Polsek Sukanagara Polres Cianjur yang turut mendampingi kegiatan panen raya jagung hibrida di Kampung Parabon RT 01/01, Desa Sukarame, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Sabtu (20/6/2026).

Panen dilaksanakan di lahan seluas 6.000 meter persegi milik tiga petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Agro Taruna Tani yang diketuai oleh A. Mudrik, S.Ag., M.M. Jagung hibrida yang ditanam sejak 30 Oktober 2025 tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar 2 ton pipilan kering.

Kegiatan panen mendapat pendampingan langsung dari Bhabinkamtibmas Desa Sukarame, Aiptu Irfan Ardiansyah, mewakili Kapolsek Sukanagara AKP Dedi. Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan motivasi dan dukungan kepada para petani dalam meningkatkan hasil produksi pertanian.
Aiptu Irfan Ardiansyah menyampaikan bahwa secara umum proses budidaya hingga panen berjalan dengan baik. Meski sempat menghadapi kendala akibat curah hujan yang tinggi serta serangan hama burung, para petani mampu mengatasinya sehingga hasil panen tetap optimal.

“Alhamdulillah panen berjalan lancar. Kendala hanya curah hujan tinggi dan serangan hama burung, namun dapat diatasi oleh para petani,” ujarnya di lokasi kegiatan.

Polsek Sukanagara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program ketahanan pangan dengan melakukan pendampingan kepada kelompok tani, mulai dari proses penanaman hingga masa panen.

Sinergi antara Polri, kelompok tani, dan pemerintah desa ini menjadi salah satu bentuk nyata dukungan terhadap program swasembada pangan nasional sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor pertanian. ***Red

Kapolsek Naringgul Serahkan Bantuan Alsintan kepada Kelompok Tani Binangkit di Desa Margasari

CIANJUR, Mediasuratkabarumum.com – Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata di tengah masyarakat. Salah satunya dilakukan Kapolsek Naringgul, IPTU Ayi Supriatna, S.E., yang menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada Kelompok Tani Binangkit, Desa Margasari, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Kamis (18/6/2026).

Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Pertanian Kecamatan Naringgul pada pukul 14.30 WIB dan dihadiri Ketua Balai Penyuluhan dan Pelatihan Pertanian (BLPP) Kecamatan Naringgul, Ugan. Bantuan alsintan diterima langsung oleh Ketua Kelompok Tani Binangkit, Iyep Rusandi.

IPTU Ayi Supriatna mengatakan bantuan tersebut diberikan untuk mendukung aktivitas pertanian sekaligus membantu para petani meningkatkan efektivitas kerja di lapangan.

“Bantuan alsintan ini kami serahkan kepada Kelompok Tani Binangkit agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para anggota kelompok. Kami berharap alat ini dapat membantu mempercepat proses pengolahan lahan dan meningkatkan hasil pertanian,” ujar IPTU Ayi Supriatna.
Ia juga berpesan agar alsintan yang telah diterima dapat dirawat dan digunakan secara bersama-sama sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh anggota kelompok tani.

Ketua Kelompok Tani Binangkit, Iyep Rusandi, menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, keberadaan alsintan sangat dibutuhkan petani untuk menunjang kegiatan pertanian yang lebih efektif dan efisien.

Bantuan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung sektor pertanian sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Naringgul.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh antusiasme dari para penerima manfaat. ***Red