Bandung Barat, Mediasuratkabarumum.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Dadan Supardan, menegaskan bahwa Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat (KBB) ke-19 harus menjadi momentum perubahan arah pembangunan daerah menuju laboratorium pertanian modern dan ruang hidup bagi generasi muda.
Hal tersebut disampaikannya dalam refleksi usia ke-19 Kabupaten Bandung Barat yang menurutnya memiliki makna filosofis sebagai fase kedewasaan daerah.
“Usia 19 tahun merupakan umur baligh. Artinya Bandung Barat sudah dewasa dan saatnya menentukan sendiri masa depannya,” ujar Dadan.
Menurutnya, KBB tidak cukup hanya mengandalkan sektor pariwisata maupun industri, melainkan harus mampu menjadi pusat pertanian modern yang didukung teknologi dan sumber daya manusia muda.
Ia menjelaskan konsep laboratorium pertanian modern tersebut dapat diwujudkan melalui tiga program konkret, yakni pembentukan Akademi Petani Muda di Lembang yang berfokus pada hidroponik dan agroteknologi, pengembangan platform digital bagi petani di Padalarang agar dapat menjual hasil panen secara langsung tanpa tengkulak, serta riset bersama perguruan tinggi terkait kondisi tanah di wilayah Bandung Barat bagian selatan.
“Kita ingin anak-anak muda Bandung Barat bisa hidup, bekerja, dan berkarya di daerahnya sendiri tanpa harus pergi ke luar daerah,” katanya.
Selain itu, Dadan memaknai angka 19 sebagai simbol “1 tekad dan 9 penjuru”, yang berarti satu tekad mewujudkan Bandung Barat maju dan pemerataan pembangunan ke seluruh wilayah.
Ia menegaskan tidak boleh lagi ada kesenjangan pembangunan antara wilayah utara dan selatan Kabupaten Bandung Barat.
“Dari Lembang sampai Rongga, dari Batujajar sampai Cipeundeuy, seluruh masyarakat harus merasakan kemajuan yang sama,” tegasnya.
Dadan juga menyampaikan bahwa pada usia 19 tahun, Kabupaten Bandung Barat harus berani mengambil langkah besar dan tidak hanya menjadi daerah yang mengikuti perkembangan wilayah lain.
“Mulai hari ini Bandung Barat berhenti menjadi ‘anaknya Bandung’. Bismillah, kita siap menjadi bapaknya masa depan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa ungkapan tersebut bukan berarti Bandung Barat ingin melepaskan diri dari Jawa Barat, melainkan menunjukkan kesiapan daerah untuk menjadi pelopor dan penanggung jawab dalam pembangunan, khususnya di sektor pertanian modern.
Menutup pernyataannya, Dadan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun masa depan Kabupaten Bandung Barat sesuai cita-cita pemekaran yang telah diperjuangkan 19 tahun lalu.
“Sudah saatnya Bandung Barat bertransformasi dari sekadar wilayah administratif menjadi ruang hidup yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya. ***Red






0 comments:
Posting Komentar