Dari Ciminyak untuk Ketahanan Energi: Rudy Praja Ajak Warga Perangi Eceng Gondok

Bandung Barat, mediasuratkabarumum.com – Di tengah kegiatan bersih-bersih eceng gondok yang dilakukan di perairan Ciminyak, pegiat lingkungan Rudy Praja turun langsung ke lokasi bersama sejumlah relawan untuk membersihkan tanaman gulma air yang semakin menutupi permukaan perairan.
Menurut Rudy, kegiatan tersebut bukan sekadar aksi menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga sebagai upaya mencegah dampak yang lebih luas terhadap ekosistem dan fasilitas vital, termasuk operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

"Eceng gondok yang tidak terkendali bukan hanya mengganggu lingkungan perairan, tetapi juga dapat berdampak pada operasional PLTA. Tumpukan eceng gondok dapat menghambat aliran air dan berpotensi mengganggu bahkan merusak komponen turbin jika tidak dibersihkan secara rutin," ujar Rudy Praja di sela kegiatan, Minggu (15/6/2026).

Ia menjelaskan, pertumbuhan eceng gondok yang masif dapat menyumbat jalur aliran air menuju saluran intake pembangkit. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan efisiensi kerja turbin karena debit air yang masuk menjadi terhambat.

Selain itu, tumpukan eceng gondok kerap membawa sampah dan material lain yang dapat menambah beban pada sistem penyaringan air pembangkit. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, kondisi tersebut berisiko menyebabkan gangguan pada peralatan operasional PLTA.
Rudy menilai penanganan eceng gondok harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak.

"Perlu kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pengelola PLTA. Selain pembersihan rutin, eceng gondok juga bisa dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi sehingga keberadaannya dapat dikendalikan secara berkelanjutan," katanya.

Kegiatan bersih-bersih eceng gondok di Ciminyak mendapat apresiasi dari warga sekitar. Selain membuka kembali area perairan yang tertutup gulma, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai dan waduk demi kelestarian lingkungan serta keberlangsungan pasokan energi listrik.
***Red/ngkus

Manajemen RSUD Sayang Belum Beri Penjelasan, IGD Overload dan Wartawan Mengaku Dilarang Meliput

CIANJUR, Mediasuratkabarumum.com – Pelayanan kesehatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sayang Cianjur menjadi sorotan publik setelah terjadi lonjakan jumlah pasien yang menyebabkan kapasitas ruang IGD tidak mampu menampung seluruh pasien yang datang, Selasa malam (9/6/2026).

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terkait kualitas pelayanan gawat darurat yang diberikan kepada masyarakat. Selain itu, muncul pula polemik terkait dugaan pelarangan aktivitas peliputan oleh wartawan yang hendak mendokumentasikan situasi di lokasi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, puluhan pasien terlihat dirawat menggunakan brankar yang berjajar hingga ke area selasar dan lobi rumah sakit. Ruang tunggu yang penuh membuat sejumlah keluarga pasien terpaksa menunggu dengan cara lesehan di lantai sambil mendampingi kerabat mereka yang sedang menjalani perawatan.

Situasi yang terjadi di IGD RSUD Sayang tersebut menggambarkan tingginya beban pelayanan kesehatan yang harus ditangani rumah sakit milik pemerintah daerah itu dalam waktu bersamaan.

Di tengah kondisi tersebut, seorang wartawan yang hendak melakukan dokumentasi visual mengaku mendapat larangan dari petugas keamanan rumah sakit. Larangan itu bahkan sempat memicu adu argumentasi antara wartawan dan petugas keamanan yang berjaga.

Salah seorang petugas keamanan yang enggan menyebutkan identitasnya mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan merupakan instruksi dari pihak atasan.

"Jangan ambil gambar. Disuruh atasan," ujar petugas keamanan kepada wartawan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RSUD Sayang Cianjur belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab membludaknya pasien di IGD maupun alasan adanya larangan pengambilan gambar oleh wartawan.
Upaya konfirmasi yang dilakukan kepada Direktur RSUD Sayang Cianjur dan bagian Humas rumah sakit juga belum mendapatkan tanggapan.

Sejumlah pihak menilai kondisi overload di IGD perlu segera mendapat perhatian serius agar tidak berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Selain itu, keterbukaan informasi publik dinilai penting untuk menjelaskan penyebab terjadinya lonjakan pasien serta langkah-langkah yang sedang dilakukan rumah sakit dalam mengatasi situasi tersebut.

Sebagaimana diketahui, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menjamin kemerdekaan pers dan pelaksanaan kegiatan jurnalistik untuk kepentingan publik. Karena itu, setiap bentuk pembatasan terhadap kerja jurnalistik perlu memiliki dasar hukum yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Publik kini menunggu penjelasan resmi dari manajemen RSUD Sayang Cianjur terkait kondisi IGD yang mengalami overload serta kebijakan yang diterapkan terhadap aktivitas peliputan di lingkungan rumah sakit. Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur juga didorong untuk melakukan evaluasi guna memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal bagi masyarakat. ***Red/kus

Sinergi Polisi dan Kelompok Tani Barokah, Jagung Hibrida Ditanam di Lahan 2 Hektare

CIANJUR, Mediasuratkabarumum.com – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan berbagai pihak, termasuk Kepolisian Republik Indonesia melalui program pendampingan kepada para petani. Program ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung swasembada pangan sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian di daerah.

Sebagai wujud nyata dukungan tersebut, Polsek Bojongpicung Polres Cianjur melaksanakan kegiatan penanaman jagung hibrida di lahan non-baku sawah seluas 2 hektare yang berlokasi di Kampung Kulina RT 02/RW 04, Desa Sukatani, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.
Kegiatan penanaman dilakukan di lahan milik Kelompok Tani Barokah yang diketuai Ganda Wijaya. Sebanyak 14 petani dan penggarap turut terlibat dalam proses penanaman. Pendampingan juga dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Sukatani, Aiptu Candra, yang aktif mendukung kegiatan sejak tahap awal.

Kapolsek Bojongpicung, Iptu Muchtaromi, SH., MH., bersama Kanit Binmas memimpin langsung kegiatan tersebut. Penanaman jagung hibrida ini ditargetkan dapat dipanen pada 29 Juli 2026 dengan estimasi hasil mencapai sekitar 6 ton jagung kering.

Menurut Iptu Muchtaromi, keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.

"Ini bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional. Kami hadir bersama petani, mulai dari pengolahan lahan hingga pendampingan, agar hasil panen maksimal dan kesejahteraan petani meningkat," ujarnya di sela-sela kegiatan.

Melalui sinergi antara kepolisian dan masyarakat tani, diharapkan produktivitas pertanian terus meningkat serta mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian warga. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. ***Engkus 

Polsek Warungkondang Bersama Kelompok Tani Kayu Manis Panen Jagung Hibrida di Lahan 2 Hektare

Cianjur, mediasuratkabarumum.com  – Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan melalui kegiatan panen jagung hibrida yang dilaksanakan Polsek Warungkondang Polres Cianjur bersama Kelompok Tani Kayu Manis di Desa Kebonpeuteuy, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Selasa (7/4/2026).

Panen dilakukan di lahan non baku sawah seluas 2 hektare yang berlokasi di Kampung Barukusuma RT 02 RW 01, Desa Kebonpeuteuy. Jagung hibrida tersebut ditanam sejak 2 Februari 2026 dan diperkirakan menghasilkan sekitar 6 ton jagung pipil kering.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Polri Penggerak Ketahanan Pangan yang bertujuan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah pedesaan.

Kelompok Tani Kayu Manis yang diketuai oleh Bapak Oi beranggotakan 32 petani yang selama ini aktif mengelola lahan pertanian di wilayah tersebut. Dalam pelaksanaannya, para petani mendapatkan pendampingan dari Bhabinkamtibmas Desa Kebonpeuteuy, Aiptu Andi Subandi, SH, bersama jajaran Polsek Warungkondang.

Panen jagung tersebut turut dihadiri dan dipimpin langsung oleh Kapolsek Warungkondang Kompol Tedi Setiadi, S.IP., didampingi Aiptu Teguh Waluyo, Aiptu Andi Subandi, SH, serta Aipda Sugeng Supriyadi, SH.

Kapolsek Warungkondang Kompol Tedi Setiadi, S.IP. mengatakan bahwa kegiatan panen berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Menurutnya, Polri akan terus berperan aktif dalam mendampingi para petani, mulai dari proses penanaman hingga masa panen.

"Kami berkomitmen untuk terus mendukung para petani melalui pendampingan dan pengawasan agar hasil pertanian semakin optimal. Harapannya, kesejahteraan petani meningkat dan program ketahanan pangan nasional dapat terwujud," ujarnya.

Melalui program ini, Polsek Warungkondang berharap sinergi antara Polri dan masyarakat terus terjalin dengan baik dalam upaya menjaga ketahanan pangan, meningkatkan hasil pertanian, serta memperkuat perekonomian masyarakat di Kabupaten Cianjur. ***Ngkus

Polsek Bojongpicung Dukung Ketahanan Pangan Nasional Melalui Penanaman Jagung Hibrida di Haurwangi

CIANJUR, mediasuratkabarumum.com – Upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional terus dilakukan melalui sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat. Salah satu langkah nyata tersebut ditunjukkan oleh Polsek Bojongpicung Polres Cianjur yang aktif mendukung program swasembada pangan melalui kegiatan penanaman jagung hibrida di wilayah Kecamatan Haurwangi.

Kegiatan penanaman jagung hibrida dilaksanakan pada Rabu, 29 April 2026, pukul 09.30 WIB di lahan non baku sawah seluas 2 hektare yang berlokasi di Kampung Kulina RT 02/RW 04, Desa Sukatani, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur.

Penanaman dipimpin langsung oleh Kapolsek Bojongpicung IPTU Muchtaromi, SH., MH., didampingi Kanit Binmas serta Bhabinkamtibmas Desa Sukatani AIPTU Candra. Kegiatan tersebut melibatkan Kelompok Tani Barokah yang diketuai oleh Ganda Wijaya bersama 14 petani dan penggarap yang turut berpartisipasi dalam proses penanaman.

Berdasarkan data lapangan, lahan seluas 2 hektare tersebut ditargetkan memasuki masa panen pada 29 Juli 2026 dengan estimasi hasil panen mencapai sekitar 6 ton jagung hibrida. Hasil panen tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan ketersediaan pangan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi para petani setempat.

Kapolsek Bojongpicung IPTU Muchtaromi mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peran aktif Polri sebagai Polisi Penggerak Ketahanan Pangan yang mendukung program pemerintah dalam menjaga stabilitas dan ketersediaan pangan nasional.

"Alhamdulillah kegiatan penanaman berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif. Kami berharap hasil panen nantinya dapat menambah stok pangan masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan para petani," ujarnya.

Melalui program ini, Polsek Bojongpicung menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat dalam pengembangan sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama ketahanan pangan nasional.

Polres Cianjur SIAP: Setia, Inspiratif, Amanah, Produktif.

#SwasembadaPanganBiroSDMPoldaJabar
#KetahananPanganBiroSDMPoldaJabar
#PolresCianjurSIAP
#PolsekBojongpicung
#KetahananPanganNasional

Polres Cimahi Dukungan Kesejahteraan Petani dan Ketahanan Pangan Nasional

CIMAHI, mediasuratkabarumum.com - Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digulirkan melalui kolaborasi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan kelompok tani. Salah satunya dilakukan oleh Polres Cimahi yang ikut ambil bagian dalam Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 bersama kelompok tani binaan, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan panen raya tersebut digelar secara nasional dan dipimpin langsung oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan, khususnya komoditas jagung yang memiliki peran strategis dalam sektor pertanian.

Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra mengatakan, keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan menjadi bagian dari upaya menghadirkan peran kepolisian di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung sektor yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan warga.

“Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga turut hadir dan berkontribusi dalam mendukung program strategis pemerintah, salah satunya di sektor pertanian, melalui kegiatan panen raya jagung ini, kami berharap dapat mendorong peningkatan produksi pangan serta kesejahteraan para petani,” ujar Niko, Sabtu (13/6/2026).

Menurutnya, sektor pertanian menjadi salah satu perhatian penting dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan. Karena itu, Polres Cimahi menargetkan pengembangan lahan jagung dengan cakupan yang cukup besar sebagai bagian dari kontribusi daerah terhadap kebutuhan pangan nasional.

Niko menyebutkan, Polres Cimahi memiliki target penanaman jagung seluas 1.326 hektare. Selain itu, terdapat target serapan hasil produksi oleh Perum Bulog sebesar 420 ton, dengan ketentuan kualitas hasil panen mengikuti standar yang telah ditetapkan, yakni kadar air di bawah 14 persen dan kadar antitoksin di bawah 50 ppb.

“Target Polres Cimahi dalam penanaman jagung dengan luas 1.326 Hektar, serta target serapan Bulog sebesar 420 ton, dengan syarat yang sesuai dengan aturan Bulog kadar air di bawah 14 persen, dan antitoksin di bawah 50 ppb,” tambah Niko.

Hingga saat ini, Polres Cimahi mencatat lahan yang telah ditanami jagung mencapai 38,54 hektare. Dari jumlah tersebut, lahan yang berhasil memasuki masa panen menghasilkan sekitar 35 ton jagung.

“Sampai saat ini Polres Cimahi luas lahan yang sudah ditanami jagung seluas 38,54 hektar, dan lahan yang berhasil panen sebanyak 35 ton,” ujarnya.

Tak hanya mendorong produksi, Polres Cimahi juga memberikan dukungan sarana pertanian kepada kelompok tani di wilayah binaan. Bantuan tersebut berupa traktor bajak, pupuk NPK, serta bibit jagung unggul hibrida untuk membantu meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat ekosistem pertanian dari tingkat daerah, sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan bagi para petani yang terlibat dalam program tersebut.

“Dengan adanya dukungan lintas sektor, kami optimistis Polres Cimahi khususnya Kabupaten Bandung Barat dapat memberikan kontribusi positif terhadap ketersediaan pangan nasional, khususnya komoditas jagung,” pungkasnya.

Melalui program panen raya jagung serentak ini, sinergi antara Polri dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas petani, serta mendukung keberlanjutan sektor pertanian di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan sekitarnya. ***Ngkus

Melalui Halalbihalal, Kapolsek Sindangkerta Gelar Rakor Lintas Sektor

Sindangkerta, KBB.mediasuratkabarumum.com – Momentum Halalbihalal Idulfitri dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor. Kegiatan yang digelar pada Selasa, 1 April 2026 ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Sindangkerta dan dihadiri unsur Muspika, para kepala desa se-Kecamatan Sindangkerta, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur masyarakat lainnya.

Acara yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan ini dirangkai dengan Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektor, membahas situasi kamtibmas pasca Idulfitri serta langkah kolaboratif dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Kapolsek Sindangkerta dalam sambutannya menyampaikan bahwa Halalbihalal bukan hanya tradisi saling memaafkan, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antar unsur pemerintahan dan masyarakat.

“Melalui kebersamaan ini, mari kita perkuat sinergitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Stabilitas kamtibmas bukan hanya tugas kepolisian, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Sindangkerta mengapresiasi inisiatif Polsek Sindangkerta yang menggabungkan kegiatan Halalbihalal dengan Rakor lintas sektor. Menurutnya, forum seperti ini sangat efektif dalam menyamakan persepsi serta mempererat hubungan antar lembaga dan masyarakat.

Dalam Rakor tersebut, dibahas beberapa poin penting di antaranya peningkatan kewaspadaan lingkungan, penguatan peran aktif aparatur desa dan masyarakat dalam deteksi dini potensi gangguan kamtibmas, serta pentingnya menjaga komunikasi yang harmonis di tengah masyarakat.

Para kepala desa dan tokoh masyarakat yang hadir menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi bersama kepolisian dalam menjaga situasi wilayah Sindangkerta agar tetap aman, nyaman, dan kondusif.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, mencerminkan semangat kebersamaan serta kekompakan seluruh elemen masyarakat di wilayah Sindangkerta.

Dengan semangat Halalbihalal, sinergitas lintas sektor di Kecamatan Sindangkerta semakin kuat demi terciptanya kamtibmas yang aman dan kondusif. Tutupnya. ***Engkus