Diduga Jual Obat Keras di Sekitar Sekolah, Warga Kampung gandok, Kecamatan Sindangkerta Resah


Bandung Barat, mediasuratkabarumum.com – Aktivitas penjualan obat keras yang diduga terjadi di sekitar lingkungan sekolah di Kampung Gandok RT 02 RW 9, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, menuai keresahan warga setempat. Senin,16/3/2026

Sejumlah warga mengaku khawatir dengan keberadaan penjual obat keras tersebut, terutama karena lokasinya yang sangat dekat dengan area pendidikan dan berpotensi memengaruhi para pelajar.
“Saya sangat khawatir, takut anak saya ikut-ikutan. Apalagi ini dekat sekolah,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Menurut informasi yang dihimpun, aktivitas tersebut diduga sudah berlangsung beberapa waktu dan belum ada tindakan tegas dari pihak terkait. Warga berharap aparat penegak hukum segera turun tangan untuk melakukan penertiban.

“Kami minta ini segera ditindak. Jangan sampai merusak generasi muda di lingkungan kami,” tambah warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan peredaran obat keras tersebut.***engkus

Diduga Jadi Tempat Penjualan Obat Golongan G, Warga Rancapanggung Resah

Bandung Barat, mediasuratkabarumum.com – Warga di sekitar Jalan Ranca Ucit RT 04 RW 06, Desa Rancapanggung, Kecamatan Sindangkerta, mengaku resah dengan dugaan maraknya praktik penjualan obat-obatan keras golongan G yang dilakukan secara bebas di wilayah tersebut. Senin, 16 Maret 2026

Berdasarkan pantauan di lokasi, aktivitas jual beli diduga berlangsung di bangunan sederhana di pinggir jalan yang kerap didatangi pengendara sepeda motor. Warga menyebutkan, obat yang diduga diperjualbelikan di antaranya jenis Hexymer, Ramadol, dan Trihex yang seharusnya hanya bisa didapatkan dengan resep dokter.

Sejumlah warga mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap dampak negatif peredaran obat keras tanpa pengawasan. Selain berpotensi disalahgunakan, kondisi ini juga dinilai dapat mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan.

“Warga berharap aparat penegak hukum (APH) segera turun tangan untuk melakukan pengecekan dan penindakan tegas agar situasi kembali kondusif,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat setempat juga meminta adanya pengawasan lebih intensif dari pihak terkait guna mencegah semakin meluasnya peredaran obat golongan G di wilayah tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan aktivitas penjualan obat keras tersebut. Warga berharap laporan dan keluhan yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti demi menjaga ketertiban dan keselamatan lingkungan.***ngkus

Pemkab Cianjur Tampung Aspirasi Warga Cipanas Soal Kebutuhan RTH dan Fasilitas Publik


CIANJUR, mediasuratkabarumum.com  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur mengaku telah mengantongi berbagai aspirasi masyarakat terkait kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan fasilitas publik di wilayah Cipanas. Hal ini menyusul banyaknya keluhan warga mengenai minimnya area berkumpul yang representatif di kawasan utara tersebut.

Wakil Bupati Cianjur, Abi Ramzi menyampaikan bahwa aspirasi tersebut merupakan hal yang wajar. Menurutnya, popularitas Cipanas sebagai salah satu kawasan tujuan wisata dan pusat aktivitas masyarakat belum diimbangi dengan ketersediaan fasilitas publik yang memadai.

Selain kebutuhan RTH, ia juga menyoroti belum adanya Masjid Agung atau masjid besar di tingkat kecamatan di wilayah tersebut. 

“Memang betul, saudara-saudara kita di Cipanas ini belum terpenuhi untuk area terbuka. Bahkan jika dibandingkan dengan kecamatan lain, Cipanas juga belum memiliki Masjid Agung atau masjid besar,” ujar Abi Ramzi saat diwawancarai awak media, Sabtu (14/3/2026).

Pemerintah daerah menilai, keberadaan ruang terbuka hijau dan fasilitas publik yang layak sangat penting untuk menunjang kualitas hidup masyarakat, sekaligus memperkuat fungsi sosial, ekonomi, dan pariwisata di kawasan Cipanas. 

Pemkab Cianjur pun berkomitmen menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui perencanaan pembangunan yang berkelanjutan, sehingga kebutuhan ruang publik yang nyaman dan representatif dapat segera terwujud.

Diduga Penjualan Obat Keras Golongan G Bebas di Bawah Flyover Cikampek, Wartawan Alami Intimidasi dan Perampasan


Karawang, mediasuratkabarumum.com – Dugaan praktik penjualan obat keras golongan G secara ilegal kembali terjadi di wilayah Jalan Pantura, tepatnya di bawah jembatan flyover kawasan Cikampek, dekat Pasar Cikampek, Kabupaten Karawang. Minggu, 15/3/2026

Aktivitas penjualan obat tanpa resep dokter tersebut diduga berlangsung secara terbuka dan dijaga oleh sejumlah orang yang disinyalir preman, bahkan disebut membawa senjata tajam.

Peristiwa ini terungkap setelah sejumlah wartawan mengalami intimidasi hingga dugaan tindak kekerasan saat melakukan upaya konfirmasi di lokasi pada Rabu, 11 Maret 2026.

Salah seorang wartawan berinisial H menuturkan, kedatangannya bersama rekan sesama jurnalis bermula dari laporan warga terkait maraknya penjualan obat keras jenis tramadol, trihexyphenidyl (trihek), dan eximer yang diduga dijual bebas di kawasan tersebut.

Namun saat mencoba menelusuri keberadaan toko yang dimaksud, mereka justru didatangi sekelompok orang yang langsung melakukan intimidasi.

“Kami datang untuk klarifikasi setelah mendapat laporan masyarakat. Tapi tiba-tiba beberapa orang menghampiri dan melakukan intimidasi serta kekerasan. Mereka juga menuduh kami hendak menculik penjaga toko,” ujar H.

Situasi di lokasi sempat memanas. Wartawan mengaku mendapat ancaman pembakaran kendaraan serta mengalami dugaan perampasan uang tunai sebesar Rp1.200.000 oleh orang-orang yang disebut sebagai preman penjaga lokasi.

Selain itu, seorang pria yang mengaku sebagai koordinator lapangan (korlap) toko obat tersebut, yang memperkenalkan diri bernama Denis, disebut menantang para wartawan dengan nada keras.
H mengaku menyesal tidak langsung melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian karena panik dan khawatir akan keselamatan.

Hingga saat ini, dugaan peredaran obat keras golongan G secara ilegal di bawah flyover Cikampek masih menjadi perhatian warga sekitar. Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera melakukan penertiban dan penyelidikan menyeluruh.

Selain penindakan terhadap dugaan pelanggaran hukum, warga juga meminta adanya jaminan keamanan bagi wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik di lapangan demi mengungkap praktik-praktik ilegal yang meresahkan masyarakat.***Kus

Bakti Sosial Koramil 0819/Takokak Dihadiri Ribuan Warga, Pangdam III/Siliwangi Tinjau Langsung

CIANJUR, mediasuratkabarumum.com – Ribuan warga Kecamatan Takokak memadati lokasi kegiatan bakti sosial yang diselenggarakan Koramil 0819/Takokak pada Minggu (8/3/2026). Acara yang berlangsung meriah ini digelar seiring dengan kunjungan kerja Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., yang meninjau langsung berbagai pelayanan sosial dan kesehatan yang diberikan bagi masyarakat. Minggu, 8 03/2026
 
Bakti sosial ini merupakan hasil kolaborasi antara Koramil 0819/Takokak, Artha Graha Peduli (AGP), dan Puskesmas Takokak. Dalam kunjungan tersebut, Pangdam III/Siliwangi didampingi oleh pendiri AGP Tomy Winata, sejumlah unsur pimpinan daerah, serta jajaran TNI dan Polri termasuk Dandim 0608/Cianjur dan Kapolres Cianjur, yang menunjukkan soliditas dalam mendukung kegiatan sosial masyarakat.
 
Dalam sambutannya, Mayjen TNI Kosasih menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI kepada masyarakat. "Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi wujud nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat. Kami mengapresiasi dukungan Artha Graha Peduli dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Takokak yang telah bersama-sama membantu masyarakat," ujarnya.
 
Sejak pagi hari, warga menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti berbagai layanan yang disediakan. Beberapa jenis layanan yang diberikan antara lain:
 
- Pemeriksaan kesehatan gratis (pengecekan tekanan darah, gula darah, dan konsultasi medis)
- Pengobatan gratis dengan pemberian obat sesuai diagnosa
- Pembagian paket sembako bagi masyarakat kurang mampu
 
Suasana haru terasa ketika Pangdam III/Siliwangi bersama Tomy Winata memberikan santunan simbolis kepada puluhan anak yatim di wilayah sekitar. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan semangat dan meringankan beban mereka.
 
Sejumlah tokoh masyarakat mengapresiasi kegiatan ini, menyebutkan bahwa bakti sosial sangat membantu warga, terutama mereka yang tinggal di daerah pelosok dengan akses terbatas terhadap fasilitas kesehatan. Seluruh rangkaian acara berjalan aman, lancar, dan kondusif berkat pengamanan tertib oleh personel gabungan TNI dan Polri meskipun dihadiri ribuan warga.

SMPN 1 Purwasari Dinilai “Alergi Wartawan”, Informasi Dana BOS Sulit Diakses

Purwasari, Karawang. mediasuaratkabarumum.vom — Keterbukaan informasi publik kembali menjadi sorotan. Kali ini, SMPN 1 Purwasari kecamatan Purwasari Kabupaten Karawang, dikeluhkan sejumlah pihak karena dinilai sulit memberikan akses informasi, khususnya terkait pengalokasian Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Rabu, 4/3/2026

Beberapa wartawan yang mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah mengaku kesulitan mendapatkan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi, baik melalui kunjungan langsung maupun komunikasi via telepon dan pesan singkat, disebut tidak mendapatkan respons yang memadai.

“Sudah beberapa kali kami mencoba menghubungi pihak sekolah untuk meminta klarifikasi terkait penggunaan dana BOS, tetapi belum ada jawaban resmi,” ujar salah satu wartawan yang enggan disebutkan namanya.

Tak hanya insan pers, sejumlah orang tua siswa juga menyampaikan keluhan serupa. Mereka mengaku kesulitan memperoleh informasi terbuka mengenai rincian penggunaan dana BOS, termasuk program apa saja yang dibiayai serta transparansi pelaporannya.

Padahal, berdasarkan regulasi yang berlaku, dana BOS merupakan anggaran yang bersumber dari pemerintah dan diperuntukkan bagi kepentingan operasional sekolah. Pengelolaannya pun semestinya dilakukan secara transparan dan akuntabel, serta dapat diakses informasinya oleh publik, terutama oleh orang tua siswa sebagai bagian dari pemangku kepentingan.

Minimnya akses informasi ini memunculkan persepsi di tengah masyarakat bahwa pihak sekolah terkesan tertutup atau bahkan “alergi” terhadap wartawan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan spekulasi yang tidak perlu apabila tidak segera diluruskan melalui klarifikasi resmi.

Hingga rilis ini diterbitkan, pihak SMPN 1 Purwasari belum memberikan pernyataan resmi terkait berbagai pertanyaan yang diajukan. Masyarakat berharap ada itikad baik dari pihak sekolah untuk membuka ruang komunikasi dan menjelaskan secara transparan pengelolaan dana publik demi menjaga kepercayaan bersama.***paris

Cipatat Berduka: Pembunuhan Sadis Bocah SD Terungkap, Pelaku kakak Tiri Sendiri

Cipatat, Bandung Barat. mediasuratkabarumum.com – Satuan Reserse Kriminal Polsek Cipatat berhasil mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan dan/atau pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan kematian, serta kekerasan terhadap anak hingga berujung maut. Peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026 di Kampung Warung Tiwu, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Kronologi Kejadian
Sekitar pukul 16.00 WIB, saksi Siti Sadiah (ibu korban) pulang ke rumah dan mendapati kondisi rumah tidak seperti biasanya. Saat mencari anaknya, Azmi Sani Alfarisy (12), saksi menemukan korban dalam keadaan tidak bernyawa di kamar atas, dengan luka parah pada leher, punggung, dan tangan. Korban bersimbah darah di bawah kasur yang terbalik.

Identitas Korban

Nama: Azmi Sani Alfarisy

Usia: 12 tahun

Status: Pelajar SDN 1 Sukarame Kelas 6

Alamat: Kp. Warung Tiwu, Desa Cipatat

Kondisi: Meninggal dunia

Tersangka
Polisi bergerak cepat melakukan olah TKP dan pemeriksaan CCTV. Hasil penyelidikan mengarah kepada Muhamad Zulfahmi (29), kakak tiri korban, yang kemudian berhasil diamankan sekitar pukul 19.00 WIB di hari yang sama.

Barang Bukti

1 buah golok

Pakaian berlumuran darah (jaket, kemeja batik, sarung)

Helm hitam

Sepeda motor Yamaha Jupiter Z

Handphone milik korban

Rekaman CCTV sekitar TKP

Modus Operandi
Tersangka mengambil golok dari rumahnya, lalu mendatangi korban dan melakukan aksi keji dengan menggorok leher, menusuk punggung, serta menyayat tangan korban. Setelah memastikan korban meninggal, tersangka membawa kabur handphone milik korban.

Langkah Kepolisian Polsek Cipatat telah:

Mengamankan tersangka

Menyita barang bukti

Melakukan pemeriksaan saksi dan tersangka

Menetapkan tersangka serta melakukan penahanan

Melaksanakan gelar perkara
Pasal yang Disangkakan

Pasal 458 dan/atau Pasal 479 KUHP (UU No. 1 Tahun 2023)

Pasal 80 Ayat 3 UU Perlindungan Anak (UU No. 35 Tahun 2014)


Rencana Tindak Lanjut
Polisi akan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU), melakukan pemberkasan, serta melaporkan perkembangan kasus kepada pimpinan.

Kapolsek Cipatat, Kompol Iwan Setiawan, S.H., M.H., CPHR menegaskan bahwa kasus ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian, mengingat korban adalah seorang anak. “Kami akan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Tidak ada toleransi bagi pelaku kekerasan terhadap anak,” ujarnya. Bantu saya buatkan posternya

Ucapan Belasungkawa dari PLT Dinas Pendidikan dan Unsur Pendidikan Cipatat

Suasana duka turut menyelimuti dunia pendidikan di Kecamatan Cipatat. PLT Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Asep Dendih, bersama rombongan pengawas sekolah, K3S Kecamatan Cipatat, serta jajaran Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Cipatat, melaksanakan takziah ke rumah duka almarhum Azmi Sani Alfarisy di Kampung Warung Tiwu, Desa Cipatat.

Dalam kesempatan tersebut, Asep Dendih menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya salah satu siswa terbaik di wilayah Cipatat.

“Kami sangat berduka atas musibah ini. Almarhum adalah bagian dari keluarga besar dunia pendidikan. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujarnya.

Rombongan juga memberikan dukungan moril kepada keluarga korban serta pihak sekolah SDN 1 Sukarame, tempat almarhum menempuh pendidikan. Pengawas dan K3S Cipatat menyatakan komitmen untuk memperkuat pembinaan karakter dan perlindungan anak di lingkungan sekolah agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Ketua PGRI Cabang Cipatat turut menyampaikan bahwa seluruh guru di wilayah Cipatat merasa kehilangan dan akan terus memberikan pendampingan psikologis kepada teman-teman sekolah korban.

Kehadiran unsur Dinas Pendidikan dan organisasi profesi guru tersebut menjadi bentuk empati dan solidaritas dunia pendidikan terhadap keluarga korban.***engkus