Beberapa wartawan yang mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah mengaku kesulitan mendapatkan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi, baik melalui kunjungan langsung maupun komunikasi via telepon dan pesan singkat, disebut tidak mendapatkan respons yang memadai.
“Sudah beberapa kali kami mencoba menghubungi pihak sekolah untuk meminta klarifikasi terkait penggunaan dana BOS, tetapi belum ada jawaban resmi,” ujar salah satu wartawan yang enggan disebutkan namanya.
Tak hanya insan pers, sejumlah orang tua siswa juga menyampaikan keluhan serupa. Mereka mengaku kesulitan memperoleh informasi terbuka mengenai rincian penggunaan dana BOS, termasuk program apa saja yang dibiayai serta transparansi pelaporannya.
Padahal, berdasarkan regulasi yang berlaku, dana BOS merupakan anggaran yang bersumber dari pemerintah dan diperuntukkan bagi kepentingan operasional sekolah. Pengelolaannya pun semestinya dilakukan secara transparan dan akuntabel, serta dapat diakses informasinya oleh publik, terutama oleh orang tua siswa sebagai bagian dari pemangku kepentingan.
Minimnya akses informasi ini memunculkan persepsi di tengah masyarakat bahwa pihak sekolah terkesan tertutup atau bahkan “alergi” terhadap wartawan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan spekulasi yang tidak perlu apabila tidak segera diluruskan melalui klarifikasi resmi.
Hingga rilis ini diterbitkan, pihak SMPN 1 Purwasari belum memberikan pernyataan resmi terkait berbagai pertanyaan yang diajukan. Masyarakat berharap ada itikad baik dari pihak sekolah untuk membuka ruang komunikasi dan menjelaskan secara transparan pengelolaan dana publik demi menjaga kepercayaan bersama.***paris






0 comments:
Posting Komentar